Wednesday, November 22, 2017

Akankah PLT Sekjen DPR Terlibat ?



News -  Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal DPR, Damayanti, merampungkan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu malam, 22 November 2017.

Seharian, Damayanti dicecar penyidik mengenai kasus dugan korupsi e-KTP yang menjerat Direktur Utama PT Qudra Solution Anang Sugiana Sudiharjo dan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersngka.

Lebih dari 12 jam dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Namun, ia tak merasa kapok diperiksa karena teknis pemeriksaan di KPK, serta sikap yang ditunjukkan para penyidik sangat profesional.

"Orangnya baik-baik kok. 10 jam (diperiksa) tapi kan ada istirahat, ada salat, ada makan," kata Damayanti di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca Juga : Surat Mohon AMPUN dari SN

Damayanti juga dikonfirmasi sejumlah berkas DPR. Tak luput ihwal administrasi dan gaji, kemudian mekanisme penggantian alat kelengkapan di DPR.  

"Banyak berkas yang harus diperiksa bersam juga," kata Damayanti.

Pemanggilan Damayanti sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka dugaan korupsi Setya Novanto. Damayanti merupakan pihak yang meneken tanda tangan keterangan ketidakhadiran Novanto, saat diperiksa KPK pada Senin 6 November 2017.

Selain Damayanti, hari ini, KPK juga memeriksa politikus Partai Golkar Ade Komarudin sebagai saksi.


Tuesday, November 21, 2017

Agen Bola Terpercaya - Surat Mohon AMPUN dari SN

Agen Bola Terpercaya - Surat Mohon AMPUN dari SN




Agen Bola Terpercaya - Beredar Surat Ketua DPR Setya Novanto yang meminta pimpinan DPR agar memberikan kesempatan terhadapnya dalam proses hukum yang diajukannya lewat praperadilan. Novanto meminta agar pimpinan DPR tak menggelar rapat pleno pimpinan.

"Saya mohon pimpinan DPR RI lainnya dapat memberi kesempatan saya untuk membuktikan tidak ada keterlibatan saya, dan untuk sementara waktu tidak diadakan rapat pleno," kata Novanto seperti dikutip dalam surat yang beredar, Selasa, 21 November 2017.

Novanto juga meminta agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tak menggelar sidang membahas nasib pergantiannya sebagai Ketua dan anggota DPR.

"Sidang MKD terhadap kemungkinan menonaktifkan saya baik selaku Ketua DPR RI maupun selaku anggota dewan. Demikian permohonan disampaikan," jelas Novanto.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membenarkan surat tersebut dari Setya Novanto. Menurut dia, Novanto masih sebagai Ketua Umum Golkar yang sah menegaskan belum ada rekomendasi dari Partai Beringin.


"Surat itu berikan informasi bahwa Ketum Golkar mengambil keputusan untuk memproses atau menunda proses pergantian Ketua DPR sampai proses hukum diselesaikan," tutur Fahri.

Berikut surat Setya Novanto yang ditujukan kepada pimpinan DPR

“Bersama ini saya selaku Ketua DPR RI sedang menghadapi kasus hukum proyek E-KTP yang disidik oleh KPK. Saya mohon pimpinan DPR RI lainnya dapat memberi kesempatan saya untuk membuktikan tidak ada keterlibatan saya, dan untuk sementara waktu tidak diadakan rapat pleno, sidang MKD terhadap kemungkinan menonaktifkan saya baik selaku Ketua DPR RI maupun selaku anggota dewan. Demikian permohonan disampaikan".


Agen Bola Terpercaya - Kuatnya Dugaan Kecelakaan SN Hasil REKAYASA

Agen Bola Terpercaya - Kuatnya Dugaan Kecelakaan SN Hasil REKAYASA




Agen Bola Terpercaya - Kecelakaan ini membingungkan lantaran jika mobil melaju tak terlalu cepat namun disebut rusak parah.

Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo mengatakan sebagai pecinta Toyota Fortuner, ia menyimpulkan aneh. Apalagi bila melihat pernyataan kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi yang berkali-kali menyebut mobil hancur dan di dalamnya tidak mungkin selamat.

"Pak Fredrich bilang mobilnya hancur, cur, cur, parah. Enggak mungkin selamat di dalam mobil. Ini ada rekamannya. Tapi, nyatanya kan Reza (ajudan Novanto) dan Hilman selamat. Mereka duduk di depan," kata Roy dalam acara Indonesia Lawyer Club tV One, Selasa, 21 November 2017.

Roy juga mempertanyakan, kecepatan mobil yang diduga di bawah 40 km/jam. Ia memprediksi justru Toyota Fortuner yang disopiri Hilman tersebut hanya sekitar 20 km/jam. Menurut dia, dengan kecapatan tersebut wajar bila airbag dalam mobil tak mengembang.


"Agak aneh kecelakaan ini, prediksi kecepatan hanya sekitar 20 km/jam. Ada rekamannya di Youtube. Airbag itu mengembang kalau di atas 40 km/jam," tutur Roy.

Kemudian, ia juga heran alasan Novanto yang mau menumpangi Toyota Fortuner. Sebagai Ketua DPR dengan status RI-6, mestinya secara logika, Novanto punya prosedur tetap atau protap dalam berkendara.

"Ini kan beliau RI-6. Yang konon keluar dari DPR punya protap. Bagaimana mau mempertaruhkan nyawanya dalam mobil itu," ujarnya.

Dalam kasus ini, mobil Toyota Fortuner B 1372 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Imbas kecelakaan ini, Novanto dilarikan ke RS Medika Permata Hijau dan sempat mendapat perawatan sebelum dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Namun, dari hasil pengusutan, Polda Metro Jaya menetapkan Hilman Mattauch sebagai tersangka dalam kasus ini. Hilman diduga melakukan kelalaian dalam berkendara yang membuat Novanto luka-luka.


Sunday, November 19, 2017

Agen Bola Terpercaya - Dibawa ke KPK, Tak Ada Benjol 'Bakpao' di Kening

Agen Bola Terpercaya - Dibawa ke KPK, Tak Ada Benjol 'Bakpao' di Kening




Agen Bola Terpercaya - Heboh benjol besar di jidat Setya Novanto, yang menurut pengacaranya Fredrich Yunadi berukuran sebesar bakpao tak terlihat saat Novanto dipindahkan dari RSCM ke gedung KPK. Kini, tampak tersisa lebam di kening Novanto.

Saat Ketua DPR yang jadi tersangka utama e-KTP Setya Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan pada Kamis malam, 16 November 2017, sekitar pukul 18.35 WIB, pengacara mengatakan kondisi ketua DPR tersebut agak parah. Ia dikabarkan mengalami memar dan ada benjolan sebesar bakpao di dahinya.

Ketika dipindahkan dari RSCM Novanto memang terlihat lemah dan mengenakan kursi roda. Saat tiba di di KPK, Novanto langsung dibawa ke lantai dua gedung anti-rasuah tersebut. Lantai dua biasanya adalah lantai tempat dilakukan pemeriksaan.


Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), KPK menerima rekomendasi bahwa tak ada indikasi lagi untuk rawat inap. Sekjen IDI Dr Adib Khumaidi mengatakan, semua hasil rekomendasi IDI dilaporkan secara tertulis ke KPK.

Sedangkan Dirut RSCM Dr Heriawan Soedjono mengatakan tim dokter RSCM sudah melakukan pemeriksaan lengkap. "RSCM sudah melakukan wawancara medis, pemeriksaan jasmani, dan memberikan penatalaksanaan sesuai yang dibutuhkan," ujarnya saat konferensi pers bersama KPK dan IDI di gedung RSCM, Minggu malam, 19 November 2017.


Agen Bola Terpercaya - Pengalaman Menyeramkan SPG Seksi Diperkosa

Agen Bola Terpercaya - Pengalaman Menyeramkan SPG Seksi Diperkosa




Agen Bola Terpercaya - Menjadi model atau usher dalam pameran otomotif tak dimungkiri menjanjikan bayaran yang menggiurkan. Namun tentu saja pekerjaan ini bukan tanpa risiko. Hal ini juga disadari Prily, seorang model yang telah lama malang melintang selama lima tahun di dunia model otomotif tersebut.

Ya, model cantik dengan gaya rambut poni ini mengaku punya pengalaman mendebarkan. Prily mengaku pernah mempunyai ‘penggemar’ yang ia temui dalam sebuah acara pameran otomotifnya. Yang membuat Prily gemetaran, pria tersebut sampai pernah membuntutinya hingga ke rumah.

"Pernah pulang diikutin sampai rumah. Jadi awalnya pas acara dia kenalan. Awalnya kenalan tuh, eh tahunya dia ngikutin aku sampai rumah dan dia alasannya cuma mau mastiin aku baik-baik saja sampai rumah," katanya saat berbincang dengan VIVA.

Menurut pengakuan gadis cantik asal Bandung, pria misterius ini sempat memaksa untuk meminta nomor ponselnya. Namun saat itu ia tolak dengan baik-baik. Prily mengaku baru lega dan tenang setelah lama ia tak lagi melihat penggemar misteriusnya tersebut. 


"Sampai sekarang aku enggak pernah lihat dia lagi. Bagusnya dia juga sudah enggak pernah ke rumah aku walaupun dia sudah tahu aku tinggal di mana," katanya.

Meski punya pengalaman yang terbilang menyeramkan itu, namun Prily mengaku masih sangat menyukai profesinya saat ini. Pasalnya, selain bayarannya yang terbilang menggiurkan, profesi ini juga tak menguras waktu dan tenaga.


Saturday, November 18, 2017

Agen Bola Terpercaya - Akhirilah Semua KebohonganMu "BOSS"

Agen Bola Terpercaya - Akhirilah Semua KebohonganMu "BOSS"



Agen Bola Terpercaya - Fredrich Yunadi, pengacara Setya Novanto, menanggapi dingin komentar seorang yang mengaku dokter, Wahyu Triasmara, seputar kejanggalan pada jarum infus pada pergelangan tangan Novanto.

Fredrich hanya bicara singkat kala ditanya soal komentar Dokter Wahyu yang diunggah melalui akun Facebook-nya itu. "Boleh sajalah," katanya ketika ditemui wartawan usai membesuk Novanto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta, pada Sabtu, 18 November 2017.

Dokter Wahyu Triasmara, pada Jumat lalu, hari saat Novanto dirawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, mengunggah foto sang Ketua DPR melalui akun Facebook-nya. Dia menyoroti keganjilan jarum infus yang dipasangkan pada pergelangan tangan Novanto yang, menurut pengetahuannya, untuk anak-anak/bayi sesuai warnanya yang kuning.

Pada unggahan yang sama, dia menambahkan foto sejumlah jarum infus berbeda jenis untuk jenis pasien berbeda yang ditandai dengan warna dan ukuran panjang jarumnya. Contoh jarum berwarna kuning (jarum untuk anak/bayi) dicentang dengan maksud jarum jenis itulah yang dipasangkan pada pergelangan tangan Novanto.

Baca Juga : 'Sepandai-pandai Melompat, Pasti Akan Jatuh'

Dokter Wahyu menuliskan komentar pada unggahan itu, "Kami doakan semoga Bapak Setnov lekas sembuh dari musibah yg beliau alami. Hanya saran sedikit buat teman-teman sejawat yang bertugas merawat beliau, mungkin jarum infusnya perlu diganti untuk yang dewasa karena setahu kami yang dipakai kami lihat seperti untuk bayi/anak. Saya yakin rumah sakit sebesar itu punya stok jarum infus untuk dewasa."

Fredrich menanggapi pertanyaan awak media sembari bercanda dengan mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu memang masih seperti seorang balita. "Dia (Setya Novanto), kan, memang bayi, begitu aja. Dia (Novanto) sendiri, kan, bayi," ujarnya.





Agen Bola Terpercaya - 'Sepandai-pandai Melompat, Pasti Akan Jatuh'

Agen Bola Terpercaya - 'Sepandai-pandai Melompat, Pasti Akan Jatuh'




Agen Bola Terpercaya - Mungkin peribahasa itu tepat menggambarkan sosok politikus ulung Senayan yang kini tengah menjadi perbincangan hangat di jagat pemberitaan Tanah Air sepekan terakhir ini.

Ya, sepekan ini kabar tentang Ketua DPR Setya Novanto nyaris menghiasi halaman muka hampir di seluruh  media massa nasional. Setya Novanto yang kembali ditetapkan sebagai tersangka korupsi KTP elektronik atau e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tampil dengan segudang kehebohan, sempat 'menghilang' dan tiba-tiba muncul dengan peristiwa kontroversial.

Status tersangka ini kali ini merupakan status hukum kedua yang pernah disandang Novanto dalam beberapa bulan ini. KPK pernah menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada Juli 2017. Namun, status hukumnya dibatalkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 29 September 2017.

Setya Novanto menang, setelah hakim menyatakan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK tidak sah.


Tapi, KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP pada Jumat, 10 November 2017. Dalam penyidikan kasus korupsi e-KTP, Novanto masih sama dijerat menggunakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasusnya menarik, bukan semata karena dia adalah seorang publik figur. Tapi, ini adalah kali kedua Novanto jadi tersangka di KPK. Namun, dua kali pula Setya Novanto masuk rumah sakit setelah ditetapkan sebagai tersangka. Kok bisa?

Pada medio September 2017, Novanto beberapa kali mangkir panggilan KPK sebagai tersangka korupsi. Kala itu, ketua umum Partai Golkar itu berdalih sakit vertigo.

Setya Novanto sakit setelah jatuh pingsan saat main tenis meja. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, hingga akhirnya dirujuk ke RS Premier Jatinegara dengan alasan kondisinya memburuk.

Novanto dirujuk ke RS Premier Jatinegara lantaran selain masih vertigo, ia harus menjalani kateterisasi jantung. Di samping itu, hasil pemeriksaan medis menunjukkan Novanto mengidap penurunan fungsi ginjal dan gangguan keseimbangan usai menjalani kateterisasi jantung. Keluhan berbagai penyakit ini 'muncul' seiring proses praperadilan atas status tersangkanya bergulir di pengadilan.

Entah kenapa setelah hakim praperadilan Cepi Iskandar membatalkan status tersangkanya di KPK pada Jumat, 29 September 2017, kesehatan Novanto berangsur membaik. Politikus Golkar itu cuma butuh dua hari sejak dinyatakan menang praperadilan untuk siuman.

Pada Senin, 2 Oktober 2017 malam, Novanto meninggalkan RS Premier Jatinegara, setelah hampir dua pekan dirawat di sana.

Sepekan di rumah setelah dirawat di rumah sakit, Novanto mulai menampakkan batang hidungnya. Ia memimpin rapat pleno di Kantor DPP Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 11 Oktober 2017. Sejak status hukumnya gugur di praperadilan, Novanto makin percaya diri tampil ke publik, memimpin rapat di DPR dan kunjungan ke daerah.

Hingga akhirnya KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka, sepekan lalu. Kubu Setya Novanto rupanya mulai menyusun siasat, perang opini dimulai. Melalui kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, mantan ketua Fraksi Golkar ini melancarkan serangan balik ke KPK.

Dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang dilaporkan ke Bareskrim Polri karena tuduhan tindak pidana kejahatan yang dilakukan dalam jabatan dan penyalahgunaan wewenang. Pelaporan ini dilakukan tak lama setelah lembaga antirasuah itu menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka. Kasusnya masih diselidiki polisi.

Kendati dua pimpinannya dilaporkan, KPK sama sekali tak mengendurkan penyidikan kasus e-KTP yang menyeret nama ketua DPR RI itu. Novanto diketahui mulai berulah sejak menang di praperadilan dan dinyatakan sebagai tersangka untuk kedua kalinya. Ya, ketua umum Partai Golkar itu selalu mangkir panggilan KPK.

Terhitung 11 kali KPK memanggil Novanto sejak jadi tersangka pertama kali maupun sebagai saksi dan tersangka baru kasus e-KTP, tapi hanya tiga kali Novanto bersedia hadir. Novanto tercatat sudah delapan kali mangkir dari panggilan pemeriksaan lembaga antirasuah itu, entah diperiksa sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

Geram dengan ulah Novanto, KPK langsung menerbitkan surat perintah penangkapan Setya Novanto, dengan menyambangi kediamannya di Jalan Wijaya XIII No.19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 15 November 2017. Sayang, hingga pukul 02.00 WIB Kamis dini hari, 16 November 2017, keberadaan Novanto masih nihil. Novanto 'menghilang' sebelum rumahnya didatangi tim KPK.


"Kami harapkan kalau ada iktikad baik, (Novanto) menyerahkan diri ke kantor KPK, proses hukum akan berjalan baik," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pada Kamis, 16 November 2017, dini hari. KPK sempat mengancam untuk meminta bantuan Polri agar memasukkan nama Setya Novanto ke dalam daftar pencarian orang (DPO), bila dalam waktu 1 x 24 jam, politikus Golkar itu tak kunjung menyerahkan diri.